Thursday, February 16, 2012

Usaha Bubur Ayam


Bubur ayam adalah jenis kuliner dari beras yang dimasak hingga lunak. Di Indonesia terdapat beberapa jenis bubur ayam, yang dikelompokkan berdasarkan asal daerahnya. Ada bubur manado, bubur ayam sukabumi, bubur ayam garut, bubur ayam jakarta, bubur ayam madura, bubur mengguh dari Bali, bubur ayam tinotuan dari Sulawesi Utara, dan bubur lamak asal Sumatra Barat.
Sebagai gambaran, untuk membuat 6 sampai 7 liter beras menjadi bubur dibutuhkan waktu sekitar 7 jam. Selama dimasak, bubur harus diaduk agar tidak menempel di panci atau dandang. Pengadukan dilakukan setidaknya setengah jam sekali setelah beras mulai lunak. Sementara itu, daging ayam yang digunakan sebagai taburannya harus terlebih dulu direbus lalu digoreng sebelum disuwir – suwir untuk ditambahkan di atas bubur.
Bubur ayam biasanya disajikan dalam mangkuk, lengkap dengan kuah kaldu, suwiran daging ayam, cakwe potong, emping atau kerupuk, bawang goreng, irisan daun seledri dan daun bawang, serta sambal.
Deskripsi Usaha Bubur Ayam
Bahan Baku
Enak tidaknya bubur ayam sangat tergantung pada jenis beras yang digunakan sebagai bahan bakunya. Oleh karena itu, gunakan beras yang pulen, misalnya beras cianjur. Daging ayam yang digunakan juga harus yang masih segar. Hasil rebusan daging ayam segar akan menghasilkan kaldu gurih yang bisa dijadikan kuah bubur lezat. Adapun bahan tambahan untuk membuat kuah bubur adalah bawang putih, ketumbar, kunyit, jahe, serai, dan garam.
Beberapa jenis bubur ayam, seperti bubur ayam sukabumi dan bubur ayam garut juga menambahkan sate ati untuk dinikmati bersama bubur. Bahkan, ada juga yang menambahkan telur rebus atau setengah matang ke dalam hidangan bubur.
Tempat Usaha
Bubur ayam bisa dijual dengan cara berkeliling menggunakan gerobak atau dijual di tenda dan warung khusus. Jika belum mempunyai modal yang cukup, Anda bisa memulai usaha dengan hanya menggunakan gerobak dan berjualan secara tetap di satu tempat strategis, misalnya di depan sekolah, di kompleks perumahan, atau di sekitar pasar dan pusat perbelanjaan. Mempunyai sebuah tempat mangkal tetap dapat menghemat tenaga Anda karena tidak perlu berkeliling. Selain itu, pelanggan pun tidak perlu bingung ketika ingin membeli bubur Anda.
Salah satu syarat utama ketika ingin mendirikan usaha kuliner adalah memilih tempat usaha yang banyak dikunjungi orang. Salah satu alternatifnya adalah berjualan di depan minimarket yang kini banyak bermunculan, baik di perkotaan maupun pedesaan. Dalam sehari sebuah minimarket bisa dikunjungi puluhan sampai ratusan orang. Dan, dari sekian banyak orang itu, ada kemungkinan beberapa di antaranya akhirnya tertarik membeli bubur Anda. Agar bisa mangkal di depan minimarket bersangkutan untuk menawarkan kerja sama.
Perlengkapan Usaha
Perlengkapan yang diperlukan untuk berjualan bubur ayam di antaranya tenda – jika Anda ingin berjualan bubur ayam di kaki lima – gerobak atau etalase, peralatan masak – seperti kompor dan dandang besar – peralatan makan, serta meja dan kursi untuk konsumen yang ingin makan di tempat. Berikut adalah beberapa perkiraan harga perlengkapan usaha bubur ayam.
Perlengkapan
Harga (Rp)
Tenda (terpal)
Gerobak/etalase
Kompor dan tabung gasnya
Panci besar
Mangkuk, piring plastik tempat kerupuk, sendok,  gelas
Serbet dan ember untuk air cuci piring
Meja dan kursi
200.000 – 300.000
1.500.000 – 2.000.000
200.000 – 300.000
100.000 – 200.000
100.000 – 200.000
50.000 – 100.000
200.000 – 300.000

Karyawan
Jika memutuskan untuk berjualan bubur ayam di tenda kaki lima, Anda tidak perlu mempekerjakan karyawan. Selain akan membebani biaya operasional, semua kegiatan usaha kaki lima masih bisa Anda jalankan sendiri tanpa bantuan karyawan. Namun, ketika usaha Anda semakin ramai, tak ada salahnya jika Anda merekrut seorang karyawan untuk membantu Anda. Jika belum mampu membayar gaji bulanan, Anda bisa membayarnya dengan sistem upah harian, yang kisarannya antara Rp 50.000 – Rp 70.000.
Promosi
Promosi sederhana untuk usaha bubur ayam Anda dengan memasang spanduk di depan tempat usaha sudah cukup untuk memperkenalkan usaha kepada khalayak ramai. Promosi paling efektif bagi usaha kuliner berskala kecil adalah promosi dari mulut ke mulut. Promosi jenis ini baru akan terjadi jika konsumen puas dengan cita rasa bubur ayam Anda.
Harga Bubur Ayam
Di pasaran, harga seporsi bubur ayam sangat bervariasi, tergantung dari banyak serta lengkap tidaknya bubur ayam tersebut. Biasanya, kisaran harga bubur ayam adalah Rp 5.000 – Rp 8.000. Harga ini di luar harga sate ati dan makanan pelengkap lainnya. Satu tusuk sate ati dihargai antara Rp 1.000 – Rp 1.500.
Risiko Usaha
Lokasi yang tidak terlalu strategis menjadi risiko yang biasa dihadapi para pedagang bubur. Apalagi, berjualan bubur sangat terikat pada waktu. Umumnya, orang akan membeli bubur ayam di pagi hari untuk sarapan atau di malam hari sebagai menu makan malam. Oleh karena itu, pilihlah tempat usaha yang ramai di waktu pagi dan malam hari, seperti kawasan di sekitar perumahan penduduk atau di sekitar perkantoran.
Contoh Resep
  Bubur Ayam Sukabumi
Bahan – bahan :               
  • 250 gr beras
  • 2 lbr daun salam
  • 2 liter air kaldu ayam
  • 2 sdt garam
Bahan – bahan untuk kuah :
  • 1 ekor ayam kampung
  • 1 sdt garam
  • ½ sdt lada
  • 3 sdm kecap manis
  • 750 ml air
  • 2 sdm minyak untuk menumis
  • ½ biji pala
Bumbu – bumbu yang dihaluskan :
  • 8 siung bawang merah
  • 1 cm kunyit
  • 5 btr kemiri
  • 3 siung bawang putih
  • 1 sdt ketumbar
Pelengkap :
  • Ayam goreng disuwir – suwir
  • 1 btg seledri diiris tipis
  • 100 gr kerupuk/emping
  • 3 btg cakwe diiris tipis
  • 50 gr kedelai goreng
  • Sate ati
Cara Membuat :
  1. Rebus ayam bersama air dan garam hingga ayam lunak, pisahkan kaldunya.
  2. Bubur : masak beras bersama air kaldu ayam, tambahkan daun salam hingga beras pecah. Masukkan garam, masak terus hingga beras menjadi bubur dan agak kental. Bila perlu bisa tambahkan air.
  3. Panaskan minyak, tumis bumbu yang dihaluskan hingga harum dan matang, masukkan dalam rebusan ayam. Lalu, rebus kembali ayam.
  4. Masak hingga kaldu mendidih, tambahkan biji pala, lada, dan kecap.
  5. Angkat ayam, sisihkan kaldunya.
  6. Goreng ayam hingga berwarna kuning kecokelatan. Angkat, tiriskan, lalu suwir – suwir.
  7. Penyajian : simpan bubur dalam mangkuk, beri kuah, taburi cakwe, kacang kedelai, ayam suwir, dan seledri. Beri sambal dan kerupuk. Sajikan bubur dengan sate ati.
Analisis Usaha Bubur Ayam
Asumsi
  1. Masa pakai tenda 3 tahun
  2. Masa pakai gerobak/etalase 3 tahun
  3. Masa pakai kompor dan tabung gasnya 3 tahun
  4. Masa pakai panci besar 3 tahun
  5. Masa pakai peralatan makan 2 tahun
  6. Masa pakai perlengkapan tambahan (serbet dan ember) 2 tahun
  7. Masa pakai meja dan kursi 3 tahun
Investasi
Investasi
Nilai (Rp)
Tenda (terpal)
Gerobak/etalase
Kompor dan tabung gasnya
Panci besar
Mangkuk, piring plastik tempat kerupuk, gelas, sendok
Serbet dan ember untuk air cuci piring
Meja dan kursi
200.000
1.500.000
200.000
100.000
200.000
50.000
200.000
Total investasi
2.450.000

Biaya Operasional per Bulan
Biaya
Nilai (Rp)
Biaya tetap :
Penyusutan tenda 1/36 x Rp 200.000
Penyusutan gerobak/etalase 1/36 x Rp 1.500.000
Penyusutan kompor dan tabung gas 1/36 x Rp 200.000
Penyusutan panci besar 1/36 x Rp 100.000
Penyusutan peralatan makan 1/24 x Rp 200.000
Penyusutan perlengkapan tambahan 1/24 x Rp 50.000
Penyusutan meja dan kursi 1/24 x Rp 200.000
Gaji karyawan

5.555
41.666
5.555
2.777
8.333
2.083
8.333
500.000
Total biaya tetap             
574.302
Biaya variabel :
Beras (5 liter x Rp 5.000/liter x 30 hari)
Ayam (2 ekor x Rp 18.000/ekor x 30 hari)
Jeroan ayam (2 kg x Rp 12.000/kg x 30 hari)
Bumbu dan bahan pelengkap (Rp 50.000/hari x 30 hari)
Gas ukuran 3 kg (Rp 13.000/tabung x 30 hari)
Kotak styrofoam (50 buah x Rp 500/buah x 30 hari)
Sewa tempat
Retribusi                                                                        

750.000
1.080.000
720.000
1.500.000
390.000
750.000
300.000
50.000
Total biaya variabel                     
5.540.000
Total biaya operasional
6.114.302

Pemasukan per Bulan
  • Penjualan bubur ayam :
          50 porsi x Rp 6.000 x 30 hari = Rp 9.000.000
  • Penjualan sate ati :
          50 tusuk x Rp 1.500 x 30 = Rp 2.250.000
  • Total pemasukkan :
          Rp 9.000.000 + Rp 2.250.000 = Rp 11.250.000
Keuntungan per Bulan
Laba       = total pemasukkan – total biaya operasional
                = Rp 11.250.000 – Rp 6.114.302
                = Rp 5.135.698
Lama Balik Modal
Lama balik modal             = total investasi/keuntungan
                                                = Rp 2.450.000/Rp 5.135.698
                                                = 0,48 bulan – 14 hari
  • Walaupun umumnya bubur ayam dijual dari pagi sampai siang hari sebagai menu sarapan, tak ada salahnya jika Anda juga menjual bubur ayam di sore sampai malam hari untuk makan malam. Apalagi, kini semakin banyak saja orang yang memilih bubur sebagai menu makan malam mereka.
  • Biasanya, sebuah usaha bubur ayam kaki lima digelar dengan menggunakan tenda yang dilengkapi sebuah meja dan bangku panjang. Namun, jika Anda ingin usaha bubur ayam Anda berbeda dari yang lain, konsep warung lesehan bisa juga digunakan di warung Anda. Selain terlihat lebih unik, Anda juga tidak perlu mengeluarkan biaya untuk membeli/membuat meja dan kursi. Sebagai gantinya, Anda cukup menggelar tikar/terpal.
Read More >>

Sunday, February 12, 2012

Usaha Ayam Bakar

Selain ayam bumbu rujak, kuliner berbahan baku ayam yang populer di masyarakat adalah ayam bakar. Kuliner favorit ini biasanya dibuat dari ayam berukuran sedang. Untuk membumbui ayam ini digunakan bumbu – bumbu di antaranya bawang putih, bawang merah, cabai rawit, cabai merah, ketumbar, merica, kunyit, dan garam. Agar semua bumbu meresap, ayam yang sudah dibumbui biasanya diungkep – dikukus dalam wadah tertutup. Ayam tersebut baru akan diolah jika ada pesanan sehingga dapat disajikan panas – panas. Biasanya, ayam bakar disajikan bersama nasi putih atau nasi uduk, sambal, dan lalapan, yang terdiri atas mentimun, kemangi, daun selada, dan kol. Ayam bakar ini dapat dijual utuh atau dipotong – potong sesuai selera pembeli.
Deskripsi Usaha Ayam Bakar
Bahan Baku
Mengingat proses pembuatan ayam bakar yang sedikit rumit dan menguras waktu, banyak orang yang akhirnya lebih memilih membeli dibanding membuat sendiri. Situasi seperti ini membuka peluang yang besar bagi usaha ayam bakar.
Ayam bakar sendiri terdiri atas beberapa jenis, di antaranya ayam bakar mentega, ayam bakar taliwang, ayam bakar rica – rica, dan ayam bakar paniki. Namun, primadona dari semua jenis ayam bakar adalah ayam bakar sukabumi. Tak heran jika semakin banyak saja usaha kuliner, terutama warung kaki lima, yang menawarkan ayam bakar sukabumi sebagai menu andalan mereka. Karena persaingan dalam usaha ini cukup ketat, ayam bakar buatan Anda harus memiliki ciri khas, baik dari segi rasa maupun sambalnya, agar dapat bersaing.
Lokasi Usaha
Sebelum membuka usaha, pastikan dulu bahwa di sekitar tempat usaha Anda nanti tidak terlalu banyak pesaing yang menawarkan menu sama. Hal ini untuk mencegah terjadinya persaingan yang tidak sehat karena berebut pelanggan. Peluang usaha kuliner ayam bakar Anda akan sangat besar jika usaha tersebut didirikan di kawasan yang ramai, misalnya di pinggir jalan raya atau di dekat pusat perbelanjaan.
Perlengkapan Usaha
Beberapa perlengkapan usaha yang harus Anda miliki untuk membuka usaha ayam bakar kaki lima adalah gerobak atau etalase, alat pemanggang, kipas angin atau kipas tangan, dan panci. Peralatan makan dan meja kursi bisa saja Anda sediakan, walaupun biasanya pembeli ayam bakar akan lebih memilih memakannya di rumah, terutama mereka yang membeli ayam bakat utuh – dari satu ekor ayam. Berikut adalah daftar perkiraan harga dari beberapa perlengkapan yang dibutuhkan
Perlengkapan Harga (Rp)

Etalase/gerobak
Alat Pemanggang
Panci dan peralatan makan
Perlengkapan lain

1.500.000 – 2.000.000
300.000 – 400.000
150.000 – 200.000
100.000

Karyawan
Satu tenaga kerja sudah cukup untuk menjalankan usaha ini. Namun, pada saat ramai, misalnya di akhir pekan, Anda bisa saja menambah jumlah tenaga kerja untuk mengantisipasi bertambahnya jumlah pembeli. Para pekerja tambahan ini bisa Anda bayar harian dengan kisaran upah Rp 50.000 – Rp 100.000, sementara untuk pekerja tetap,  Anda bisa mengupahnya Rp 700.000 – Rp 800.000 per bulan.
Promosi
Menjual “ciri khas” usaha ini adalah salah satu bentuk promosi yang cukup efektif. Ciri khas tersebut adalah menggantung beberapa ayam bakar utuh di etalase sehingga bisa dilihat oleh setiap orang yang lewat. Gantungan ayam yang menggugah selera dapat mengundang orang – orang yang awalnya sekedar lewat untuk akhirnya membeli ayam bakar Anda. Spanduk yang mudah terbaca dan mencolok menjadi sarana promosi yang sangat berguna. Selain itu, jangan sepelekan aroma yang muncul dari proses pembakaran ayam. Wangi ayam bakar yang menggugah selera dapat membuat orang membeli ayam bakar tersebut.
Harga Ayam Bakar
Harga jual satu ekor ayam bakar utuh adalah sekitar Rp 27.000 – Rp 30.000. Sedangkan setengah ekor ayam bakar bisa Anda jual Rp 15.000 – Rp 16.000. Bagi konsumen yang ingin makan sepotong ayam bakar – paha atau dada – dengan nasi, sambal, dan lalapannya di tempat dapat dikenai biaya Rp 7.000 – Rp 10.000 per porsi.
Risiko Usaha
Dampak isu flu burung, ayam glonggongan, atau ayam tiren yang akhir – akhir ini muncul sedikit banyak dapat mengganggu keberlangsungan usaha ayam bakar Anda. Untuk menanggulanginya, Anda bisa memasang poster atau spanduk yang berisi informasi bahwa ayam bakar buatan Anda 100% bebas flu burung dan tidak menggunakan ayam glonggongan atau ayam tiren. Walaupun terkesan sepele, informasi seperti ini bisa meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap usaha Anda.
Contoh Resep                     
Ayam Bakar Madu
Bahan – bahan :
  • 1 kg ayam
  • 1 sdt air jeruk nipis
  • 2 sdm mentega (untuk menumis)
  • 1 sdt pala bubuk
  • 1 sdm air jeruk lemon
  • 1 sdt garam
  • 400 ml air
  • 1 sdt garam
  • 1 siung bawang bombay (dicincang halus)
  • 4 sdm madu
  • 1 sdm saus tomat
  • 1 sdm gula palem atau gula aren (diserut)
  • ½ sdt merica
Cara Membuat :
  1. Lumuri ayam dengan garam dan air jeruk nipis, diamkan selama satu jam.
  2. Tumis bawang bombay hingga harum. Tambahkan ayam, aduk hingga berubah warna.
  3. Masukkan madu, pala bubuk, saus tomat, air jeruk, lemon, gula palem, garam, dan merica. Lalu, aduk sampai rata.
  4. Tuang 400 ml air, masak sambil diaduk hingga sisa air kira – kira 50 ml.
  5. Angkat ayam, lalu bakar selama 15 – 20 menit.
  6. Oles sesekali dengan sisa kuah madu, biarkan sampai kecokelatan dan ayam matang. 

Analisis Usaha Ayam Bakar
Asumsi                                                                         
  1. Masa pakai gerobak 2 tahun
  2. Masa pakai alat pemanggang 2 tahun
  3. Masa pakai peralatan masak 2 tahun
  4. Masa pakai kipas angin 2 tahun
  5. Masa pakai perlengkapan lain 2 tahun
Investasi

Investasi Nilai (Rp)
Gerobak/etalase
Alat Pemanggang
Peralatan masak
Kipas angin
Perlengkapan lain

2.000.000
400.000
200.000
150.000
100.000
Total Investasi
2.850.000

Biaya Operasional per Bulan
Biaya
Nilai (Rp)
Biaya Tetap
·         Penyusutan gerobak 1/24 x Rp 2.000.000
·         Penyusutan alat pemanggang 1/24 x Rp 400.000
·         Penyusutan peralatan masak 1/24 x Rp 200.000
·         Penyusutan kipas angin 1/24 x Rp 150.000
·         Penyusutan perlengkapan lain 1/24 x Rp 100.000
·         Gaji karyawan

83.333
16.666
8.333
6.250
4.166
700.000
Total Biaya Tetap
818.748
Biaya Variabel
·         Ayam (15 ekor x Rp 18.000/ekor x 30 hari)
·         Bumbu dan lalapan (Rp 100.000 x 30 hari)
·         Arang (Rp 20.000/minggu x 4 minggu)
·         Plastik dan kertas pembungkus (Rp 15.000/minggu x 4 minggu)
·         Listrik
·         Sewa tempat
·         Retribusi kebersihan

8.100.000
3.000.000
80.000
60.000
20.000
500.000
100.000
Total Biaya Variabel
11.860.000
Total Biaya Operasional
12.678.748

Pemasukan per Bulan
Penjualan ayam bakar :
60 porsi x Rp 10.000 x 30 hari = Rp 18.000.000
Keuntungan per Bulan
Laba       = total pemasukan – total biaya operasional
                = Rp 18.000.000 – Rp 12.678.748
                = Rp 5.321.252
Lama Balik Modal
Lama balik modal             = total investasi/laba
                                                = Rp 2.850.000/Rp 5.321.252
                                                = 0,54 bulan – 16 hari
Tips Menjalankan Usaha
  • Ayam bakar biasanya dijual mulai sore hingga tengah malam. Oleh karena itu, usaha ini membutuhkan penerangan yang memadai. Lampu yang cukup terang, ditambah papan nama berhiaskan lampu – bisa juga digunakan lampu warna – warni – bisa menjadi daya tarik tersendiri yang dapat menarik minat calon konsumen.
  • Buat bumbu ayam dan sambal seenak mungkin karena rasa menjadi salah satu faktor utama keberhasilan usaha ini. Untuk menemukan formulasi bumbu dan sambal yang tepat, tak ada salahnya jika Anda melakukan beberapa eksperimen dengan mencoba beberapa komposisi takaran bahan baku bumbu dan sambal.
  • Anada juga bisa menyediakan menu tambahan seperti: es teler, es pisang ijo, es kelapa muda, es kacang merah, dan es bubur buah atau bisa juga menyediakan bebek goreng 
Baca Juga Mengenai Peluang Usaha Berikut:
Read More >>

Tuesday, January 31, 2012

Usaha Kuliner

Peluang Usaha Kuliner
Makan dan minum adalah salah satu kebutuhan dasar manusia yang tak tergantikan. Bila dikatakan,berbeda dari jenis usaha lainnya, usaha kuliner adalah salah satu usaha yang tak mengenal musim dan tren. Saat krisis orang bisa saja, tidak membeli baju atau sepatu baru, tetapi mereka tidak mungkin mengesampingkan makan dan minum.
Dari waktu ke waktu, peluang usaha kuliner makin besar saja. Peluang ini ada terutama di kota – kota besar. Mobilitas tinggi membuat mereka yang tinggal di perkotaan tidak lagi punya banyak waktu untuk memasak sendiri makanan mereka di rumah. Jadi, bila Anda memang punya niat atau bahkan keahlian mengolah makanan dan minuman, Anda bisa menjadikannya modal awal untuk membuka usaha kuliner. Masalah finansial bisa Anda siasati dengan membuka terlebih dulu usaha rumahan dengan memanfaatkan sumber daya seadanya sehingga modal uang yang dibutuhkan bisa ditekan seminimal mungkin.
Jika Anda masih ragu – ragu untuk terjun ke dalam usaha ini, mungkin fakta berikut akan semakin menguatkan niat Anda. Hasil penelitian dan pengembangan UKM (Usaha Kecil – Menengah) di beberapa daerah di Indonesia menyatakan rata – rata pendapatan para mengusaha kuliner kaki lima dan rumahan berada di atas rata – rata UMR (Upah Minimum Regional). Dengan berpegang pada fakta ini, usaha kuliner sederhana sangat mungkin mengantarkan Anda menjadi jutawan.
Aneka Usaha Kuliner Bermodal Rendah
Secara umum, usaha kuliner bermodal rendah dapat dibagi ke dalam beberapa kelompok berdasarkan jenis dan tempat usahanya. Berikut adalah pembagiannya :
1.      Kelompok usaha yang menjual makanan pokok sehari – hari, bentuknya bisa berupa warung tegal, warung nasi sederhana, atau rumah makan padang.
2.      Kelompok usaha yang menjual makanan pengganti makanan pokok, misalnya mie ayam, bakso, soto, atau sate.
3.      Kelompok usaha yang menjual jajanan, seperti roti bakar, martabak, atau gorengan.
4.      Kelompok usaha yang menjual berbagai macam minuman, mulai dari jus, es buah, teh kemasan, es kelapa muda, hingga air sari tebu.

Dari sekian banyak pilihan usaha, sebaiknya Anda memilih yang memang sesuai dengan keahlian dan minat Anda, sehingga Anda dapat menjalankan usaha ini dengan nyaman dan tanpa beban. Satu hal yang harus Anda hindari adalah membuka usaha hanya karena mengikuti tren, tanpa tahu cara menjalankannya.
Faktor – Faktor Yang Harus Diperhatikan Sebelum Memulai Usaha
Ketika Anda sudah mengetahui jenis usaha yang akan digeluti, tahap berikutnya yang harus Anda jalani adalah mengumpulkan informasi sebanyak – banyaknya tentang usaha tersebut. Misalnya, mengenai jumlah modal awal yang harus disediakan, pilihan tempat/lokasi strategis, pilihan menu makanan atau minuman serta rasa yang akan dijadikan andalan, mencari pemasok (supplier) bahan baku, sumber daya manusia, pilihan pasar, serta promosi dan perizinan.
Modal Awal Usaha
Anda tak perlu berkecil hati hanya karena tidak memiliki modal yang cukup untuk memulai usaha. Ada banyak cara untuk menutupi kekurangan modal tersebut, misalnya dengan mencari rekanan yang bisa diajak kerja sama atau mengajukan pinjaman ke koperasi atau bank yang kini banyak menawarkan pinjaman lunak untuk UKM.
Jika Anda memilih membangun usaha patungan, ada baiknya jika Anda membuat surat perjanjian usaha yang mengatur pembagian wewenang dan hasil usaha. Surat perjanjian ini sangat penting walaupun rekan usaha Anda tersebut masih keluarga atau teman Anda sendiri. Hal ini dilakukan untuk menghindari masalah di kemudian hari.
Ketika Anda memutuskan untuk meminjam modal dari lembaga keuangan, biasakan untuk membuat laporan keuangan setelah usaha berjalan. Dalam laporan keuangan tersebut, Anda harus mencantumkan pemasukan, pengeluaran, dan aset usaha yang dimiliki. Hal ini dilakukan agar lembaga keuangan tersebut mengetahui secara pasti perkembangan usaha Anda. Di sisi lain, manajemen usaha yang baik dapat mempermudah Anda saat mengajukan pinjaman lain untuk pengembangan usaha.
Tempat/Lokasi Usaha
Tempat atau lokasi adalah faktor utama yang harus dipikirkan sebelum membuka usaha. Tempat yang banyak dikunjungi atau dilalui orang bisa menjadi salah satu alternatif lokasi usaha yang potensial. Saat menentukan tempat usaha, Anda juga harus memperhitungkan modal yang akan dikeluarkan untuk mendapatkan tempat di lokasi strategis tersebut. Jangan sampai semua modal Anda terkuras hanya untuk menyewa atau membeli tempat usaha.
Berikut adalah beberapa lokasi potensial yang bisa dijadikan tempat usaha makanan dan minuman Anda :

1.      Sekitar sekolah dan kampus
Anak – anak sekolah banyak mengeluarkan uang untuk jajan makanan dan minuman. Kebiasaan jajan saat istirahat atau pulang sekolah bisa anda manfaatkan dengan mendirikan usaha makanan dan minuman murah meriah sesuai kantong anak sekolah. Misalnya, membuka kedai bakso, mie ayam, teh kemasan,atau siomay dan batagor.
Selain sekolah kampus juga merupakan lokasi yang cukup strategis untuk usaha makanan dan minuman. Penghuni kampus didominasi oleh para mahasiswa penghuni kos – kosan yang sebagian besar tidak memasak sendiri. Hampir semua jenis usaha makanan dan minuman sederhana bisa dikembangkan disekitar kampus. Mulai dari usaha Warteg, Warkop, sampai kedai makanan ringanseperti roti bakar dan gorengan.
2.      Kawasan Perkantoran
Adalah lokasi yang sangat potensialbagi semua jenis usaha makanan dan kuliner. Ini karena sebagian besar karyawan kantor akan makan siang/malam diberbagai tempat makan disekitar kantor. Oleh sebab itu, usaha yang paling cocok dibuka dikawasan kantor adalah jenisusaha yang menawarkan makanan pokok, seperti warung makan sederhana, warung makan padang, atau warung soto dan sate.
3.      Lingkunagn Pasar dan Mal
Sudah bukan rahasia lagi bahwa pasar dan mal adalah lokasi favorit bagi mereka yang ingin mendirikan usaha kuliner. Potensi penjualn di dua lingkungan ini tak diragukan lagi karena dipasar dan mal-lah Anda bisa menemukan kumpulan orang yang memang datang untuk membelanjakan uang mereka. Bukan hanya untuk berbelanja tetapi juga untuk makan dan minum.
4.      Kawasan Perumahan
Lokasi usaha disekitar perumahan cukup menjanjikan. Penghuni perumahan terutama kompleks – kompleks perumahan baru, biasanya adalah keluaraga muda yang jarang masak dan lebih memilih untuk membeli makanan jadi. Hampir semua jenis usaha makanan dan minuman bisa dikembangkan dikawasan iniitu karena keberagaman penghuninya. Di kompleks perumahan, anda bisa mendirikan mulai dari usaha jajanan anak – anak sampai aneka warung makan.
5.      Tempat Wisata
Selain Pasar dan Mal, lokasi dimana orang berkumpuluntuk membelanjakan uang adalah tempat wisata. Diktempat wisata anda juga bisa membuka sewmua jenis usaha kuliner, karena disini orang dari berbagai lapisan masyarakat dan usia berdatangan dengan selera makan dan jajan yang berbeda satu sama lainnya anak – anak mungkin akan senang jajan es krim, sedang orang tua lebih memilih makan bakso atau mie ayam.
Pilihan Menu Andalan
Lokasi Usaha akan sedikit banyak mempengaruhi pilihan jenis makanan atau minuman yang akan anda jual serta patokan harga jualnya. Misalnya dikawasan kampus, akan sulit bagi anda mendirikan rumah makan steak dengan harga diatas Rp 50.000.
Tak ada salahnya jika anda melakukan survei terlebih dahulu sebelum menentukan produk/menu andalan.
Mencari Pemasok Bahan Baku
Demi kelancaran proses produksi, tak ada salahnya Anda memiliki pemasok (supplier) tetap yang dapat memasok semua bahan baku produksi setiap saat. Pemasok ini bisa penjual sayur dan buah – buahan ataupun agen – agen sembako. Usahakan memiliki lebih dari satu pemasok, sehingga jika satu jenis barang tidak tersedia dipemasok yang satu Anda bisa mendapatkannya dari pemasok lain. Anda bisa menggunakan sistem pembayaran kredit atau tunai dengan potongan harga. Besarnya potongan harga tergantung kesepakatan kedua belah pihak, biasanya bekisar antara 15 – 20 %.
Sumber Daya Manusia
Sumber daya manusia harus disesuaikan dengan besar kecilnya usaha Anda. Idealnya karyawan terbagi dalam dua kelompok, yaitu tukang masak, pelayan dan kasir. Namun jika usaha Anda masih tergolong kecil, cukup satu karyawan yang bisa membantu Anda.
Mengingat pelayanan terhadap pelanggan sangat tergantung pada keterampilan dan kesiapan karyawan. Anda harus memperhatikan kemampuan dari calon karyawan yang akan Anda rekrut dan Anda juga harus memperhatikan kesejahteraan karyawan Anda.
Pilihan Pasar
Menyesuaikan jenis usaha dengan pasar sasaran (target) merupakan salah satu kunci menjalankan usaha kuliner. Misalnya, usaha kedai burger, steak, rumah makan masakan italia, atau kedai kebab umumnya. Orang yang mengonsumsi makanan tersebut adalah masyarakat yang tinggal di perkotaan, jadi usaha ini tidak cocok untuk wilayah perkampungan, walaupun dengan harga yang cukup murah. Tetapi Anda harus memperhatikan selera makan calon konsumen disekitar usaha Anda.
Promosi Yang Tepat
Sampai saat ini promosi dari mulut  ke mulut tetap menjadi andalan untuk memperkenalkan usaha Anda ke orang banyak. Promosi jenis ini akan berhasil jika Anda bisa memuaskan konsumen dan menjadikan mereka konsumen setia. Ada juga promosi lain yang bisa Anda lakukan yaitu dengan cara mempromosikan usaha Anda lewat media lain. Contohnya dengan memasang spanduk, papan nama, menyebarkan pamflet, atau internet.
Perizinan Usaha
Demi keamanan dan kelancaran usaha pastikan Anda sudah mengurus izin usaha dari Rt atau Rw setempat. Jika usaha Anda berkembang pesat ada baiknya Anda segera mengurus perizinan ke departemen kesehatan atau mengurus sertifikat halal untuk semua produk Anda ke MUI.  
Peluang Usaha 2012



Read More >>

Sunday, January 29, 2012

Usaha Bakmi

Alkisah, bakmi adalah salah satu jenis mi yang dibawa oleh para pedagang Tionghoa ke Nusantara. Kata “mi” dan “bami” dalam bahasa Belanda berasal dari kata “bakmi”, dan diperkenalkan selama masa kolonialisme Belanda di Indonesia. Sampai sekarang bakmi adalah salah satu jenis makanan Indonesia yang sangat digemari di Belanda.
Walaupun asalnya dari negeri Tiongkok, cita rasa bakmi Indonesia sangat berbeda dari bakmi buatan orang – orang Tionghoa. Bakmi yang kini banyak dijajakan telah diadaptasi dengan menggunakan bumbu – bumbu khas Indonesia. Ada berbagai variasi mi di Indonesia. Mi paling umum adalah yang terbuat dari tepung terigu atau yang berwarna kuning. Jenis lainnya yang juga terkenal adalah kwetiau, yaitu mi yang dibuat dari tepung beras dan bentuknya lebih lebar dan tipis. Kedua variasi mi ini biasanya harus direbus dulu sebelum disajikan.
Biasanya, mi akan direbus secara terpisah sebelum dimasukkan ke kuahnya. Mi yang digunakan umumnya telah dicampur dengan minyak. Dalam penyajiannya, bakmi dilengkapi aneka lauk, seperti ayam, bok choy, atau bakso. Kuah bisa dihidangkan terpisah – dalam mangkuk tersendiri – dan baru dicampurkan ke mi sesuai selera konsumen.
Bahan Baku
Umumnya, penjual bakmi tidak membuat mi sendiri, tetapi membelinya di pasar tradisional atau langsung dari produsennya. Di pasar, mi biasanya dijual sudah dalam bentuk gulungan – gulungan bulat, padat, kering, dan dibungkus plastik. Mi kering dengan berat sekitar setengah kilogram dihargai Rp 4.000 – Rp 7.000. Selalu gunakan mi dengan merek atau produsen yang sama. Ini dilakukan selain untuk menjaga kualitas, juga agar rasa bakmi Anda tidak berubah – ubah dan membuat pelanggan bingung. Kalaupun Anda ingin membuat mi sendiri untuk menciptakan cita rasa bakmi yang khas dan berbeda dari bakmi – bakmi lainnya, Anda harus memperhitungkan biaya produksinya.
Lokasi Usaha
Bakmi biasanya dijual berkeliling menggunakan gerobak atau dijual di sebuah kios atau warung. Lokasi strategis untuk berjualan bakmi adalah di daerah permukiman penduduk/perumahan, pasar, lingkungan sekolah dan kampus, atau pinggir jalan raya yang ramai. Kini semakin banyak saja yang memilih menyewa tempat tetap di lokasi tertentu. Bahkan, banyak juga yang menjadikan rumah sebagai tempat berjualan. Walaupun harus mengeluarkan biaya lebih untuk sewa tempat, keuntungan yang diperoleh akan lebih besar. Hal ini karena pangsa pasar yang sudah tetap dan proses usaha yang semakin lancar dengan adanya tempat usaha.
Perlengkapan Usaha
Perlengkapan yang harus Anda miliki saat ingin berjualan bakmi di antaranya gerobak atau etalase, peralatan masak – mulai dari kompor gas dan tabungnya, panci besar, sampai saringan mi – peralatan makan (mangkuk, sendok, garpu, dan gelas), perlengkapan tambahan – seperti tempat kecap, saus, dan sambal serta wadah tisu. Tak lupa meja dan kursi tempat para konsumen bisa menyantap bakmi mereka.

Perlengkapan Harga (Rp)
Gerobak atau etalase
Peralatan masak
Peralatan makan
Perlengkapan tambahan
Meja dan kursi
1.500.000 – 2.000.000
500.000 – 1.000.000
500.000 – 1.000.000
100.000 – 200.000
300.000 – 500.000

Karyawan
Usaha bakmi sebenarnya bisa dilakukan sendiri tanpa karyawan. Namun, ketika usaha sudah mulai berkembang, tak ada salahnya jika Anda mempekerjakan seorang karyawan. Nantinya, karyawan inilah yang akan membantu melayani pelanggan, sehingga Anda bisa fokus meracik pesanan bakmi. Untuk menggaji karyawan, Anda bisa menyisihkan dana operasional minimal Rp 500.000 tiap bulannya.
Promosi
Tak ada salahnya jika Anda melakukan promosi kecil – kecilan di awal usaha. Beberapa cara berpromosi yang bisa dijalankan antara lain memberikan potongan harga untuk setiap pembelian bakmi dalam jumlah porsi tertentu. Jika didukung kualitas dan cita rasa lezat, promosi dari mulut ke mulut melalui para konsumen yang merasa puas akan terjadi dengan sendirinya.
Bentuk promosi lain misalnya dengan memasang spanduk di tempat usaha atau di lokasi – lokasi strategis lain di sekitar tempat usaha. Menyediakan layanan pesan – antar juga bisa menjadi alat berpromosi yang efektif karena layanan tersebut dapat memudahkan konsumen yang ingin makan bakmi tapi tak sempat datang sendiri ke warung Anda.
Harga Bakmi
Kisaran harga bakmi keliling biasanya lebih murah dibanding bakmi di warung/kios bakmi, yaitu Rp 5.000 – Rp 6.000 per porsi. Sedangkan bakmi di warung/kios dijual di kisaran harga Rp 8.000 – Rp 10.000 per porsi. Perbedaan harga jual ini terkait dengan biaya sewa tempat dan kelengkapan variasi bakmi yang dijual. Warung bakmi biasanya menawarkan bakmi dengan tambahan bakso, pangsit, dan yang kini sedang populer : jamur.
Risiko Usaha
Persaingan adalah salah satu risiko usaha kuliner bakmi karena hampir di semua tempat kita dapat menemui bisnis ini. Salah satu strategi yang bisa Anda gunakan untuk menghindari persaingan adalah dengan memilih lokasi usaha yang belum ada pedagang bakminya, atau kalaupun ada, letaknya tidak berdekatan dan jumlahnya tidak terlalu banyak. Kualitas, cita rasa, dan harga yang bersaing juga akan sangat menentukan dapat bertahan atau tidaknya usaha Anda dalam menghadapi para pesaing.
Contoh Resep

Bakmi Jamur
Bahan – bahan :
  • 2 gulung mi siap rebus
  • 1 filet dada ayam (dipotong kecil – kecil)
  • ½ kaleng mushroom kalengan
  • 1 sdm kecap asin
  • 2 siung bawang putih (dihaluskan)
  • 100 ml air
  • 4 buah jamur (diiris - iris kecil)
  • 2 sdm kecap manis
  • 1 sdm gula pasir
  • ½ sdm garam
  • 2 sdm minyak goreng
Cara membuat :
  1. Siapkan panci antilengket, masukkan ayam ke dalamnya.
  2. Panaskan ayam sampai setengah matang dan keluar kaldunya, lalu angkat.
  3. Panaskan minyak, tumis bawang putih, aduk – aduk sampai matang.
  4. Masukkan ayam yang sudah setengah matang dan jamur sambil terus diaduk – aduk.
  5. Masukkan kecap manis, kecap asin, gula, dan garam. Aduk sampai ayam dan jamur kecokelatan.
  6. Masukkan air dan sedikit air kaldu ayam. Masak hingga air berkurang dan ayam lunak.
  7. Angkat dan siap disiramkan di atas mi yang sebelumnya telah direbus dan ditiriskan di dalam mangkuk.

Analisa Usaha Bakmi
Asumsi

  1. Masa pakai gerobak/etalase 3 tahun.
  2. Masa pakai meja dan kursi 3 tahun.
  3. Masa pakai peralatan masak 3 tahun.
  4. Masa pakai peralatan makan 2 tahun.
  5. Masa pakai perlengkapan tambahan 1 tahun.
Investasi

Investasi Nilai (Rp)
Gerobak/etalase
Meja dan kursi
Peralatan masak
Peralatan makan
Perlengkapan tambahan
2.000.000
500.000
1.000.000
1.000.000
200.000
Total Investasi 4.700.000

Biaya Operasional per Bulan
Biaya Nilai (Rp)
Biaya tetap :
Penyusutan gerobak/etalase 1/36 x Rp 2.000.000
Penyusutan meja dan kursi 1/36 x Rp 500.000
Penyusutan peralatan masak 1/36 x Rp 1.000.000
Penyusutan peralatan makan 1/24 x Rp 1.000.000
Penyusutan perlengkapan tambahan 1/12 x Rp 200.000
Gaji karyawan   

55.555
13.888
27.777
41.666
16.666
500.000
Total Biaya Tetap 655.552
Biaya variabel :
Mi (3 kg x Rp 9.000/kg x 30 hari)
Ayam (1 ekor x Rp 18.000/ekor x 30 hari)
Sawi, sayuran lain, dan bumbu (Rp 20.000/hari x 30 hari)
Kecap dan saus (Rp 10.000/3 hari x 10)
Gas (Rp 13.000/3 hari x 10)
Sewa tempat
Retribusi kebersihan dan listrik   

810.000
540.000
600.000
100.000
130.000
500.000
100.000
Total Biaya Variabel 2.780.000
Total Biaya Operasional 3.435.552

Pemasukan per Bulan
Penjualan bakmi :
30 porsi x Rp 8.000 x 30 hari = Rp 7.200.000
Keuntungan per Bulan
Laba    = total pemasukan – total biaya operasional
    = Rp 7.200.000 – Rp 3.435.552
    = Rp 3.764.448
Lama Balik Modal
Lama balik modal    = total investasi/laba
            = Rp 7.200.000/Rp 3.764.448
            = 1 bulan 8 hari

Selain kualitas dan cita rasa makanan, kebersihan dan kenyamanan tempat usaha juga menjadi salah satu faktor penting yang harus Anda perhatikan. Pastikan lokasi usaha tidak berada di tempat yang kotor dan berbau. Buat suasana senyaman mungkin sehingga pelanggan tidak kapok datang dan membeli bakmi Anda.
Anda juga bisa menyediakan menu pelengkap lainnya seperti: es kelapa muda, es teler, es  pisang ijo, es kacang merah, es bubur buah dan aneka just

Semoga bisa menjadi inspirasi bisnis anda
Peluang Usaha Kuliner Lainnya:
Usaha Kuliner Bakso Daging Sapi
Usaha Kuliner Ayam Bumbu Rujak
Usaha Kuliner Bebek Goreng
Usaha Kuliner Dorayaki
Usaha Kuliner Yoghurt 
Usaha Kuliner Siomay
Usaha Kuliner Burger
Usaha Kuliner Ayam Bakar
Usaha Kuliner Jamur Kriuk
Usaha Kuliner Es Bubur Buah
Usaha Kuliner Es Pisang Ijo 
Usaha Kuliner Es Kacang Merah
Usaha Kuliner Es Kelapa Muda
Usaha Kuliner Martabak
Usaha Kuliner Es Teler
Usaha Kuliner Steik



Baca Juga Artikel Berikut:

Read More >>