Usaha Ayam Bakar

Selain ayam bumbu rujak, kuliner berbahan baku ayam yang populer di masyarakat adalah ayam bakar. Kuliner favorit ini biasanya dibuat dari ayam berukuran sedang. Untuk membumbui ayam ini digunakan bumbu – bumbu di antaranya bawang putih, bawang merah, cabai rawit, cabai merah, ketumbar, merica, kunyit, dan garam. Agar semua bumbu meresap, ayam yang sudah dibumbui biasanya diungkep – dikukus dalam wadah tertutup. Ayam tersebut baru akan diolah jika ada pesanan sehingga dapat disajikan panas – panas. Biasanya, ayam bakar disajikan bersama nasi putih atau nasi uduk, sambal, dan lalapan, yang terdiri atas mentimun, kemangi, daun selada, dan kol. Ayam bakar ini dapat dijual utuh atau dipotong – potong sesuai selera pembeli.
Deskripsi Usaha Ayam Bakar
Bahan Baku
Mengingat proses pembuatan ayam bakar yang sedikit rumit dan menguras waktu, banyak orang yang akhirnya lebih memilih membeli dibanding membuat sendiri. Situasi seperti ini membuka peluang yang besar bagi usaha ayam bakar.
Ayam bakar sendiri terdiri atas beberapa jenis, di antaranya ayam bakar mentega, ayam bakar taliwang, ayam bakar rica – rica, dan ayam bakar paniki. Namun, primadona dari semua jenis ayam bakar adalah ayam bakar sukabumi. Tak heran jika semakin banyak saja usaha kuliner, terutama warung kaki lima, yang menawarkan ayam bakar sukabumi sebagai menu andalan mereka. Karena persaingan dalam usaha ini cukup ketat, ayam bakar buatan Anda harus memiliki ciri khas, baik dari segi rasa maupun sambalnya, agar dapat bersaing.
Lokasi Usaha
Sebelum membuka usaha, pastikan dulu bahwa di sekitar tempat usaha Anda nanti tidak terlalu banyak pesaing yang menawarkan menu sama. Hal ini untuk mencegah terjadinya persaingan yang tidak sehat karena berebut pelanggan. Peluang usaha kuliner ayam bakar Anda akan sangat besar jika usaha tersebut didirikan di kawasan yang ramai, misalnya di pinggir jalan raya atau di dekat pusat perbelanjaan.
Perlengkapan Usaha
Beberapa perlengkapan usaha yang harus Anda miliki untuk membuka usaha ayam bakar kaki lima adalah gerobak atau etalase, alat pemanggang, kipas angin atau kipas tangan, dan panci. Peralatan makan dan meja kursi bisa saja Anda sediakan, walaupun biasanya pembeli ayam bakar akan lebih memilih memakannya di rumah, terutama mereka yang membeli ayam bakat utuh – dari satu ekor ayam. Berikut adalah daftar perkiraan harga dari beberapa perlengkapan yang dibutuhkan
Perlengkapan Harga (Rp)

Etalase/gerobak
Alat Pemanggang
Panci dan peralatan makan
Perlengkapan lain

1.500.000 – 2.000.000
300.000 – 400.000
150.000 – 200.000
100.000

Karyawan
Satu tenaga kerja sudah cukup untuk menjalankan usaha ini. Namun, pada saat ramai, misalnya di akhir pekan, Anda bisa saja menambah jumlah tenaga kerja untuk mengantisipasi bertambahnya jumlah pembeli. Para pekerja tambahan ini bisa Anda bayar harian dengan kisaran upah Rp 50.000 – Rp 100.000, sementara untuk pekerja tetap,  Anda bisa mengupahnya Rp 700.000 – Rp 800.000 per bulan.
Promosi
Menjual “ciri khas” usaha ini adalah salah satu bentuk promosi yang cukup efektif. Ciri khas tersebut adalah menggantung beberapa ayam bakar utuh di etalase sehingga bisa dilihat oleh setiap orang yang lewat. Gantungan ayam yang menggugah selera dapat mengundang orang – orang yang awalnya sekedar lewat untuk akhirnya membeli ayam bakar Anda. Spanduk yang mudah terbaca dan mencolok menjadi sarana promosi yang sangat berguna. Selain itu, jangan sepelekan aroma yang muncul dari proses pembakaran ayam. Wangi ayam bakar yang menggugah selera dapat membuat orang membeli ayam bakar tersebut.
Harga Ayam Bakar
Harga jual satu ekor ayam bakar utuh adalah sekitar Rp 27.000 – Rp 30.000. Sedangkan setengah ekor ayam bakar bisa Anda jual Rp 15.000 – Rp 16.000. Bagi konsumen yang ingin makan sepotong ayam bakar – paha atau dada – dengan nasi, sambal, dan lalapannya di tempat dapat dikenai biaya Rp 7.000 – Rp 10.000 per porsi.
Risiko Usaha
Dampak isu flu burung, ayam glonggongan, atau ayam tiren yang akhir – akhir ini muncul sedikit banyak dapat mengganggu keberlangsungan usaha ayam bakar Anda. Untuk menanggulanginya, Anda bisa memasang poster atau spanduk yang berisi informasi bahwa ayam bakar buatan Anda 100% bebas flu burung dan tidak menggunakan ayam glonggongan atau ayam tiren. Walaupun terkesan sepele, informasi seperti ini bisa meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap usaha Anda.
Contoh Resep                     
Ayam Bakar Madu
Bahan – bahan :
  • 1 kg ayam
  • 1 sdt air jeruk nipis
  • 2 sdm mentega (untuk menumis)
  • 1 sdt pala bubuk
  • 1 sdm air jeruk lemon
  • 1 sdt garam
  • 400 ml air
  • 1 sdt garam
  • 1 siung bawang bombay (dicincang halus)
  • 4 sdm madu
  • 1 sdm saus tomat
  • 1 sdm gula palem atau gula aren (diserut)
  • ½ sdt merica
Cara Membuat :
  1. Lumuri ayam dengan garam dan air jeruk nipis, diamkan selama satu jam.
  2. Tumis bawang bombay hingga harum. Tambahkan ayam, aduk hingga berubah warna.
  3. Masukkan madu, pala bubuk, saus tomat, air jeruk, lemon, gula palem, garam, dan merica. Lalu, aduk sampai rata.
  4. Tuang 400 ml air, masak sambil diaduk hingga sisa air kira – kira 50 ml.
  5. Angkat ayam, lalu bakar selama 15 – 20 menit.
  6. Oles sesekali dengan sisa kuah madu, biarkan sampai kecokelatan dan ayam matang. 

Analisis Usaha Ayam Bakar
Asumsi                                                                         
  1. Masa pakai gerobak 2 tahun
  2. Masa pakai alat pemanggang 2 tahun
  3. Masa pakai peralatan masak 2 tahun
  4. Masa pakai kipas angin 2 tahun
  5. Masa pakai perlengkapan lain 2 tahun
Investasi

Investasi Nilai (Rp)
Gerobak/etalase
Alat Pemanggang
Peralatan masak
Kipas angin
Perlengkapan lain

2.000.000
400.000
200.000
150.000
100.000
Total Investasi
2.850.000

Biaya Operasional per Bulan
Biaya
Nilai (Rp)
Biaya Tetap
·         Penyusutan gerobak 1/24 x Rp 2.000.000
·         Penyusutan alat pemanggang 1/24 x Rp 400.000
·         Penyusutan peralatan masak 1/24 x Rp 200.000
·         Penyusutan kipas angin 1/24 x Rp 150.000
·         Penyusutan perlengkapan lain 1/24 x Rp 100.000
·         Gaji karyawan

83.333
16.666
8.333
6.250
4.166
700.000
Total Biaya Tetap
818.748
Biaya Variabel
·         Ayam (15 ekor x Rp 18.000/ekor x 30 hari)
·         Bumbu dan lalapan (Rp 100.000 x 30 hari)
·         Arang (Rp 20.000/minggu x 4 minggu)
·         Plastik dan kertas pembungkus (Rp 15.000/minggu x 4 minggu)
·         Listrik
·         Sewa tempat
·         Retribusi kebersihan

8.100.000
3.000.000
80.000
60.000
20.000
500.000
100.000
Total Biaya Variabel
11.860.000
Total Biaya Operasional
12.678.748

Pemasukan per Bulan
Penjualan ayam bakar :
60 porsi x Rp 10.000 x 30 hari = Rp 18.000.000
Keuntungan per Bulan
Laba       = total pemasukan – total biaya operasional
                = Rp 18.000.000 – Rp 12.678.748
                = Rp 5.321.252
Lama Balik Modal
Lama balik modal             = total investasi/laba
                                                = Rp 2.850.000/Rp 5.321.252
                                                = 0,54 bulan – 16 hari
Tips Menjalankan Usaha
  • Ayam bakar biasanya dijual mulai sore hingga tengah malam. Oleh karena itu, usaha ini membutuhkan penerangan yang memadai. Lampu yang cukup terang, ditambah papan nama berhiaskan lampu – bisa juga digunakan lampu warna – warni – bisa menjadi daya tarik tersendiri yang dapat menarik minat calon konsumen.
  • Buat bumbu ayam dan sambal seenak mungkin karena rasa menjadi salah satu faktor utama keberhasilan usaha ini. Untuk menemukan formulasi bumbu dan sambal yang tepat, tak ada salahnya jika Anda melakukan beberapa eksperimen dengan mencoba beberapa komposisi takaran bahan baku bumbu dan sambal.
  • Anada juga bisa menyediakan menu tambahan seperti: es teler, es pisang ijo, es kelapa muda, es kacang merah, dan es bubur buah atau bisa juga menyediakan bebek goreng 
Baca Juga Mengenai Peluang Usaha Berikut:

0 komentar:

Post a Comment

Anda Pengunjung Yang Ke

Blog Archive