Peluang Usaha Kuliner Yoghurt

Yang Khas dari Yoghurt
Yoghurt adalah salah satu olahan susu yang diproses melalui fermentasi dengan penambahan kultur organisme yang baik, salah satunya yaitu bakteri asam laktat. Di pasaran, yoghurt terbagi dalam dua jenis, yang pertama adalah yoghurt plain, yaitu yoghurt tanpa rasa tambahan, dan yang kedua adalah drink yoghurt, yaitu yoghurt plain yang telah ditambahkan perasa tambahan, seperti rasa stroberi, jeruk, mangga, atau leci.
Dinilai dari kandungan gizinya, yoghurt tidak kalah dengan produk – produk susu lainnya. Bahkan ada beberapa kelebihan yoghurt yang tidak dimiliki oleh susu murni, di antaranya sangat cocok dikonsumsi oleh orang yang sensitif terhadap susu (yang ditandai dengan diare) karena laktosa yang terkandung pada susu biasa sudah disederhanakan dalam proses fermentasi pembuatan yoghurt. Bila dikonsumsi secara rutin, yoghurt bahkan mampu menghambat kadar kolesterol dalam darah karena minuman ini mengandung laktobasilus. Selain itu, yoghurt juga dapat meningkatkan daya tahan tubuh karena mengandung banyak bakteri baik, sehingga secara otomatis dapat menyeimbangkan bakteri jahat yang terdapat dalam tubuh.
Dengan sekian banyak manfaat yang dimilikinya, tak heran jika kini semakin banyak saja orang yang rutin mengonsumsi yoghurt. Kondisi ini bisa Anda jadikan peluang bisnis yang sangat menjanjikan. Salah satu caranya adalah dengan mendirikan kedai khusus yoghurt.
Deskripsi Usaha Yoghurt
Bahan Baku
Krim susu dan susu cair murni adalah dua bahan utama yang harus disediakan jika Anda ingin membuat yoghurt. Kedua bahan ini bisa dengan mudah Anda beli di supermarket atau pasar tradisional. Selain itu, Anda juga membutuhkan bibit yoghurt. Bahan ini tidak dijual secara bebas di pasaran. Oleh karena itu, jika Anda mengalami kesulitan untuk mendapatkannya, Anda bisa menggantinya dengan plain yoghurt siap pakai. Bahan – bahan lain yang juga tak kalah pentingnya adalah sari buah aneka rasa. Saat penyajiannya, Anda juga bisa menambahkan meses, choco chips, dan potongan buah – buahan.
Tempat Usaha
Mayoritas konsumen yoghurt adalah anak – anak dan remaja. Oleh karena itu, lokasi yang paling cocok untuk mendirikan usaha kuliner yoghurt adalah di sekitar sekolah, tempat les dan kursus, serta kampus. Umumnya, orang paling suka mengonsumsi yoghurt sebagai minuman ringan saat santai atau berkumpul bersama keluarga. Mengingat tempat rekreasi dan mal sering dijadikan lokasi bersantai dan berkumpul keluarga, usaha ini juga sangat cocok didirikan di kedua tempat tersebut.
Perlengkapan Usaha
Jika ingin membuka usaha yoghurt, perlengkapan yang Anda butuhkan antara lain etalase, kompor dan tabung gas untuk memanaskan adonan yoghurt, blender untuk mencampur yoghurt dengan bahan lainnya, panci, lemari es sebagai tempat untuk menyimpan yoghurt yang sudah jadi, dan wadah kaca untuk menampung adonan yoghurt siap pakai. Selain itu, dibutuhkan juga gelas saji dan sendok serta meja dan kursi bagi pembeli yang ingin menikmati langsung yoghurt pesanan mereka. Berikut adalah perkiraan dana yang harus dikeluarkan untuk semua perlengkapan usaha tersebut. 

Peralatan Harga (Rp)
Etalase
Kompor dan tabung gas
Blender
Panci
Wadah kaca
Lemari es
Gelas dan sendok
Meja dan kursi
Peralatan tambahan
1.500.000 – 2.000.000
150.000 – 200.000
100.000 – 150.000
50.000 – 100.000
50.000 - 100.000
2.000.000 – 3.000.000
100.000 – 150.000
300.000 – 400.000
100.000 – 200.000

Karyawan
Jika Anda berencana menjual yoghurt di sebuah kedai, lengkap dengan berbagai fasilitas untuk menunjang kenyamanan pembeli – misalnya meja dan kursi, keberadaan seorang karyawan akan sangat Anda butuhkan. Nantinya, karyawan inilah yang akan membantu Anda melayani pembeli dan menjaga kebersihan kedai. Namun, jika Anda hanya ingin membuka usaha yoghurt rumahan atau menjualnya dengan cara berkeliling dari sekolah ke sekolah atau dari satu tempat wisata ke tempat wisata lainnya, Anda cukup menjalankan usaha seorang diri.
Promosi
Menjual yoghurt di bazar – bazar sekolah dan kampus atau pameran – pameran kuliner bisa menjadi tempat mempromosikan usaha yang efektif. Bagi yang membuka kedai yoghurt, cara berpromosi yang terbaik adalah dengan menyebarkan brosur atau leaflet di sekitar kedai. Anda juga bisa membagikannya kepada orang – orang yang lewat di depan kedai.
Harga Yoghurt
Mengingat cara pembuatannya yang cukup menyita tenaga dan waktu, segelas/seporsi menu yoghurt bisa dihargai cukup tinggi jika dibanding jenis minuman lainnya. Seporsi yoghurt plain dengan topping buah – buahan bisa dihargai Rp 10.000 – Rp 12.000. Sedangkan aneka minuman yoghurt rata – rata harganya adalah Rp 8.000 – Rp 15.000 per porsi. Penentuan harga ini juga sangat tergantung pada lokasi usaha. Yoghurt yang dijual di kampus atau sekolah biasanya dihargai lebih murah daripada yang dijual di mal atau tempat wisata.
Risiko Usaha
Yoghurt termasuk ke dalam kelompok makanan/minuman yang tidak bisa bertahan lama. Oleh karena itu, risiko yang sering kali dihadapi usaha ini adalah jika yoghurt tidak habis terjual. Anda bisa saja menyimpan yoghurt di lemari es atau freezer, tapi kualitasnya pasti akan menurun karena sudah tidak segar lagi. Untuk menghindari risiko ini, Anda harus pintar – pintar memperhitungkan kuantitas yoghurt yang sudah pasti akan habis terjual.
Contoh Resep

Cara Membuat Yoghurt Orisinal
  • Siapkan susu yang sudah dicairkan dengan air matang sebanyak 1 liter, lalu tambahkan susu krim sebanyak 15% - nya.
  • Masak dengan api kecil sambil diaduk terus selama 30 menit, tetapi jangan sampai mendidih. Ini hanya untuk menguapkan air yang nantinya akan terbentuk gumpalan atau yoghurt solid.
  • Jika sudah solid, yoghurt diangkat dan didinginkan kira – kira sampai hangat – hangat kuku. Baru kemudian ditambahkan bibit yoghurt sebanyak 2 – 5% dari jumlah yoghurt yang sudah mengental tadi. Atau, Anda juga dapat menggunakan yoghurt plain sebagai bibit yoghurt.
  • Lalu diamkan selama 24 jam dalam wadah tertutup untuk menghasilkan rasa asam dan bentuk yang kental.
  • Makin tinggi kesolidannya, cairan bening yang tersisa pada yoghurt akan semakin sedikit. Yoghurt solid yang belum diberikan tambahan rasa ini dapat juga dijadikan bibit yoghurt untuk pembuatan selanjutnya.
  • Setelah berbentuk, Anda dapat menambahkan sirup atau gula untuk mengurangi rasa asamnya. Bahkan, bisa juga ditambahkan perasa makanan, seperti rasa jeruk, stroberi, dan leci yang dapat diperoleh di apotek – apotek.
  • Yoghurt yang sudah jadi dapat ditempatkan di wadah plastik atau kaca. Akan tetapi, jika ingin menyimpan yoghurt untuk waktu yang lebih lama sebaiknya menggunakan wadah kaca.

Analisi Usaha Yoghurt
 

Asumsi
  1. Masa pakai etalase 4 tahun.
  2. Masa pakai kompor dan tabung gas 4 tahun.
  3. Masa pakai blender 3 tahun.
  4. Masa pakai panci 3 tahun.
  5. Masa pakai wadah kaca 3 tahun.
  6. Masa pakai lemari es 4 tahun.
  7. Masa pakai gelas dan sendok 3 tahun.
  8. Masa pakai meja dan kursi 4 tahun.
  9. Masa pakai peralatan tambahan 3 tahun.
Investasi
Investasi Nialai (Rp)
Etalase
Kompor dan tabung gas
Blender
Panci
Wadah kaca
Lemari es
Gelas dan sendok
Meja dan kursi
Peralatan tambahan
Total Investasi
1.500.000
200.000
150.000
100.000
100.000
2.000.000
200.000
300.000
100.000
 4.650.000

Biaya Operasional per Bulan

Biaya Nilai (Rp)
Biaya tetap :
Penyusutan etalase 1/48 x Rp 1.500.000
Penyusutan kompor dan tabung gas 1/48 x Rp 200.000
Penyusutan blender 1/36 x Rp 150.000
Penyusutan panci 1/36 x Rp 100.000
Penyusutan wadah kaca 1/36 x Rp 100.000
Penyusutan lemari es 1/48 x Rp 2.000.000
Penyusutan gelas dan sendok 1/36 x Rp 200.000
Penyusutan meja dan kursi 1/48 x Rp 300.000
Penyusutan peralatan tambahan 1/36 x Rp 100.000
Gaji karyawan

31.250
4.166
4.166
2.777
2.777
41.666
5.555
6.250
2.777
500.000
Total biaya tetap    601.384
Biaya variabel :
Bahan baku : susu, krim susu, bibit yoghurt (Rp 100.000/hari x 30 hari)
Bahan tambahan : sirup, gula, perasa makanan, dll. (Rp 50.000/hari x 30 hari)
Buah – buahan untuk topping (Rp 30.000/hari x 30 hari)
Listrik
Sewa tempat
Retribusi  

3.000.000
1.500.000
900.000
50.000
300.000
50.000
Total Biaya Variabel 5.800.000
Total Biaya Operasional 6.401.384

Pemasukan per Bulan

Penjualan rata – rata yoghurt :
50 porsi x Rp  8.000 x 30 hari = Rp 12.000.000
Keuntungan per Bulan
Laba    = total pemasukan – total biaya operasional
            = Rp 12.000.000 – Rp 6.401.384
            = Rp 5.598.616

Lama Balik Modal
Lama balik modal    = total investasi/keuntungan
            = Rp 4.650.000/Rp 5.598.616
            = 25 hari

  • Ada dua hal yang harus diperhatikan untuk menjaga kualitas yoghurt buatan Anda, yaitu yoghurt tidak boleh terkena sinar matahari dan tidak boleh disimpan dalam suhu ruangan, harus disimpan dalam suhu dingin/kulkas tapi juga tidak boleh diletakkan dalam freezer. (yoghurt tidak boleh disimpan dalam freezer karena bahan dasarnya yang berupa susu dapat pecah dan justru itu akan merusak yoghurt).
  • Jika Anda tidak sempat membuat sendiri dan ingin membeli yoghurt di pasaran, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, di antaranya pilihlah yoghurt yang kental, pilihlah yoghurt yang disimpan di suhu dingin, cermati labelnya – apakah plain atau drink yoghurt – disesuaikan dengan kebutuhan Anda, dan cermati pula tanggal kedaluarsanya.

1 komentar:

Tatang Gunawan said...

Its very useful, thanks.

Post a Comment

Anda Pengunjung Yang Ke

Blog Archive